
Setiap hari, saat banyak orang seusianya sudah bisa menikmati masa tua dengan tenang, Bapak Kertasih justru harus kembali melangkahkan kakinya menyusuri hutan. Di usia 74 tahun, tubuhnya yang renta masih dipaksa bekerja demi mencari nafkah untuk dirinya dan sang cucu.

Dengan langkah yang semakin berat, Bapak Kertasih berjalan jauh menyusuri hutan untuk mencari rumput. Rumput-rumput itu kemudian disabit untuk menjadi pakan ternak milik tetangganya. Dari pekerjaan itulah, beliau mendapatkan upah untuk menyambung hidup.
Pekerjaan ini tentu bukan hal yang mudah bagi tubuh yang sudah lanjut usia. Setiap hari harus berjalan jauh, menyusuri jalan setapak di tengah hutan, dengan kondisi pendengaran yang sudah tidak sempurna dan pandangan yang perlahan mulai kabur.

Namun Bapak Kertasih tetap menjalaninya. Sebab di rumah, ada sang cucu yang menjadi alasan beliau untuk terus bertahan.
Bapak Kertasih dan cucunya tinggal di sebuah gubuk bambu kecil yang jauh dari permukiman warga. Letaknya berada di tengah hutan dan tidak bisa dijangkau kendaraan. Untuk sampai ke rumah mereka, harus melewati jalan setapak yang sunyi dan cukup jauh dari desa.
Di tempat sederhana itulah, Bapak Kertasih dan cucunya menjalani hari-hari mereka dengan segala keterbatasan.
“Kalau masih bisa kerja, Bapak akan tetap kerja. Yang penting cucu Bapak bisa makan,” tutur Bapak Kertasih dengan segala keterbatasannya.
Meski tubuhnya sudah tak sekuat dulu, Bapak Kertasih tak ingin menyerah. Rasa lelah dan sakit yang datang seolah kalah dengan keinginannya untuk tetap menjaga sang cucu.
Namun, usia tidak bisa dibohongi. Pendengarannya semakin berkurang, pandangannya semakin kabur, dan langkahnya pun tak lagi setegap dahulu. Setiap hari yang dijalani dengan bekerja di tengah hutan menjadi perjuangan yang tidak ringan bagi tubuh rentanya.

Bapak Kertasih hanya berharap bisa menjalani hidup dengan lebih layak bersama cucunya. Tidak lagi harus memaksakan tubuh tuanya untuk berjalan jauh menembus hutan demi mendapatkan penghasilan yang tak seberapa.
#SahabatPeduli, di usia yang seharusnya digunakan untuk beristirahat, Bapak Kertasih masih harus berjuang demi sang cucu. Mari kita ringankan beban beliau agar tidak lagi harus memaksakan tubuh rentanya bekerja setiap hari.
Bersama-sama, kita bisa menghadirkan bantuan untuk Bapak Kertasih dan cucunya, agar mereka dapat menjalani kehidupan yang lebih layak dan penuh harapan.
Mari salurkan donasi terbaikmu hari ini dengan KLIK "DONASI SEKARANG".
![]()
Belum ada Fundraiser
![]()
Menanti doa-doa orang baik