ImageBertahan dengan Kantong Kolostomi, Bantu Bu Dine B...
Image

Bertahan dengan Kantong Kolostomi, Bantu Bu Dine Berjuang Lawan Kanker

Image
Bandung Barat, Jawa Barat
Rp 100.543 dan masih terus dikumpulkan
1 Donatur ∞ hari lagi

Penggalang Dana

Image
Image
Verified Organization

Keterangan

“Sedih… sekarang gak bisa nolongin Mama lagi…” Kalimat itu terucap lirih dari Bu Dine, diiringi air mata yang tak bisa lagi ditahan.

Dulu, Bu Dine sosok yang selalu berusaha membantu ibunya dari hasil kerja kerasnya. Kerja di pabrik, jualan kecil-kecilan, semua dijalani demi bisa berbagi dan membahagiakan orang tua. Namun kini, di usia 42 tahun, kondisinya berubah drastis.

Bu Dine harus berjuang dengan penyakit di usus besar yang membuatnya menjalani operasi dan kini hidup dengan kantong kolostomi di pinggang. Aktivitas sederhana pun jadi tidak mudah, bahkan untuk buang air harus melalui alat tersebut. Setiap hari ia menahan rasa tidak nyaman, bahkan sakit, sambil tetap berusaha bertahan.

Karena harganya mahal, Bu Dine hanya mampu mengganti kantong kolostomi setiap 5 hari sekali. Padahal idealnya, kantong tersebut harus diganti maksimal setiap 2 hari sekali. Jika tidak, resiko infeksi bisa semakin membahayakan kondisinya.

Di tengah kondisi tersebut, suaminya bekerja sebagai driver online dengan penghasilan yang tidak menentu, bahkan belakangan menurun drastis karena sepinya penumpang. Sementara itu, kebutuhan sehari-hari dan biaya keempat anak mereka tetap harus dipenuhi.

Di sisi lain, ada sosok yang tak pernah berhenti berjuang, yaitu Oma Tamara, orang tua Bu Dine. Di usia 69 tahun, beliau masih berjalan kaki berkeliling menjadi tukang cukur dengan tarif Rp15.000, juga mencuci dan menyetrika pakaian tetangga. Setiap hari, ia bolak-balik ke rumah Bu Dine untuk merawat dan memastikan kondisi anaknya baik-baik saja. Meski usianya tak lagi muda, ia terus berusaha demi satu harapan melihat anaknya sembuh. “Kalau lihat Dine senyum, hati Oma tenang,” ujarnya penuh harap.

Saat ini dokter telah menyarankan kemoterapi, namun trauma karena pengalaman kehilangan ayahnya dengan penyakit yang sama membuat Bu Dine belum siap. Ia hanya menjalani pengobatan seadanya, sambil menyimpan harapan sederhana, bisa kembali sehat dan hidup normal seperti dulu.

Hari-hari mereka dipenuhi perjuangan, bukan keluhan. Namun kebutuhan pengobatan, alat medis, dan kebutuhan hidup terus berjalan di tengah keterbatasan.

Sahabat, mungkin bagi kita bantuan ini terasa kecil. Tapi bagi Bu Dine dan keluarganya, ini adalah harapan untuk bertahan dan sembuh. Mari kita hadir menjadi bagian dari harapan mereka. Bantu kebutuhan pengobatan, kantong kolostomi, vitamin, serta kebutuhan sehari-hari.

Yuk, bantu Bu Dine hari ini. Karena dari kebaikan kecil kita, ada harapan besar untuk hidup mereka esok hari. Salurkan niat baikmu dengan cara :
1. Klik tombol “DONASI SEKARANG”
2. Masukkan nominal donasi
3. Pilih metode pembayaran GO-PAY, Jenius Pay, LinkAja, DANA, Mandiri Virtual Account, BCA Virtual Account, atau transfer Bank (transfer bank BNI, Mandiri, BCA, BRI, BNI Syariah, atau kartu kredit) dan transfer ke no. rekening yang tertera.

Tidak hanya berdonasi, teman-teman juga bisa membantu dengan cara menyebarkan halaman galang dana ini ke orang-orang terdekat agar semakin banyak orang yang ikut membantu.

Baca selengkapnya ▾

Kabar Terbaru

Donatur (1)

Sahabat Peduli10 jam yang lalu
Berdonasi sebesar Rp 100.543

Fundraiser

Belum ada Fundraiser

Mari jadi Fundraiser dan berikan manfaat bagi program ini.

Doa-doa orang baik

Menanti doa-doa orang baik

Bagikan melalui:
✕ Close