ImageMang Agus Tetap Berjualan Kopi, Meski Harus Menyer...
Image

Mang Agus Tetap Berjualan Kopi, Meski Harus Menyeret Tubuh

Rp 0 dan masih terus dikumpulkan
0 Donatur ∞ hari lagi

Penggalang Dana

Image
Image
Verified Organization

Keterangan

Pernahkah membayangkan harus menyeret tubuh puluhan kilometer untuk bisa bertahan hidup?

Itulah yang dijalani Mang Agus (45) setiap hari.

Sejak lahir, Mang Agus hidup dengan kondisi disabilitas. Kedua tangan dan kakinya tidak tumbuh sempurna. Namun, keterbatasan itu tak pernah membuatnya berhenti bekerja. Baginya, selama masih bisa berusaha, ia ingin mencari nafkah dengan tangannya sendiri.

Sudah delapan tahun Mang Agus menjalani kehidupan bersama sang istri, Wati (39). Wati juga hidup dalam keterbatasan. Ia merupakan penyandang tuna netra dan memiliki gangguan pendengaran. Meski belum dikaruniai anak, keduanya saling menguatkan dalam rumah sederhana peninggalan orang tua yang kini mulai rapuh dimakan usia.

Setiap pagi, Mang Agus membawa termos berisi kopi dan perlengkapan jualannya menuju tempat wisata. Tapi perjalanan itu tidak pernah mudah.

Karena kedua kakinya tak mampu menopang tubuh, Mang Agus harus menggeser tubuhnya perlahan menggunakan kedua tangan yang juga tidak sempurna.

Bayangkan... Saat banyak orang bisa melangkah dengan mudah, Mang Agus harus menyeret tubuhnya di jalan demi jalan hanya untuk menawarkan segelas kopi hangat kepada orang yang lewat.

Tangannya sering lecet. Tubuhnya kerap terasa nyeri. Namun satu hal yang tak pernah hilang adalah semangatnya.

"Kalau saya tidak jualan, kami makan apa?" Itulah yang selalu menjadi penyemangat Mang Agus untuk terus berangkat setiap hari.

Sepulang berjualan, penghasilan yang dibawanya pun tak seberapa. Jika pembeli sedang ramai, Mang Agus hanya memperoleh sekitar Rp25.000 dalam sehari. Uang itu harus cukup untuk makan, membeli kebutuhan sehari-hari, dan memenuhi kebutuhan dirinya bersama sang istri.

Di balik semua perjuangan itu, Mang Agus sebenarnya memiliki harapan yang sangat sederhana.

Beliau hanya berharap memiliki motor khusu disabilitas agar tak lagi menyeret tubuh setiap hari. Dengan kendaraan itu, ia bisa berjualan lebih jauh, menghemat tenaga, dan memiliki kesempatan memperoleh penghasilan yang lebih baik.

"Saya ingin terus bekerja. Selama masih diberi kesehatan, saya tidak ingin bergantung pada orang lain. Saya hanya ingin mencari nafkah dengan lebih mudah."

#Sahabatpeduli, Mang Agus tidak meminta hidup yang mewah. Ia hanya ingin bekerja tanpa harus mempertaruhkan tenaganya setiap hari.

Maukah kita membantu mewujudkan harapan sederhana itu?

Mari bantu Mang Agus agar ia tak lagi harus menyeret tubuhnya hanya demi menghidupi istri tercinta dengan cara :
1. Klik tombol “DONASI SEKARANG”
2. Masukkan nominal donasi
3. Pilih metode pembayaran GO-PAY, Jenius Pay, LinkAja, DANA, Mandiri Virtual Account, BCA Virtual Account, atau transfer Bank (transfer bank BNI, Mandiri, BCA, BRI, BNI Syariah, atau kartu kredit) dan transfer ke no. rekening yang tertera.

Tidak hanya berdonasi, teman-teman juga bisa membantu dengan cara menyebarkan halaman galang dana ini ke orang-orang terdekat agar semakin banyak orang yang ikut membantu.

Baca selengkapnya ▾

Kabar Terbaru

Donatur

Belum ada donasi untuk penggalangan dana ini

Fundraiser

Belum ada Fundraiser

Mari jadi Fundraiser dan berikan manfaat bagi program ini.

Doa-doa orang baik

Menanti doa-doa orang baik

Bagikan melalui:
✕ Close