
Ada hal-hal dalam hidup yang memang tidak pernah kita pilih. Salah satunya adalah kondisi yang sejak lahir sudah harus di terima dan djalani.
Itulah yang dialami Mas Hariyadi. Sejak kecil, ia hidup sebagai penyadang disabilitas.
Di usia 29 tahun, ia tumbuh tanpa keluarga yang bisa menjadi tempat bersandar. Hari-harinya ia jalani seorang diri.
Setiap hari, Mas Hariyadi berkeliling membawa layangan-layangan kecil untuk dijual. Satu per satu ia tawarkan kepada siapa saja yang ditemuinya.
Mungkin bagi kita, menjual beberapa layangan terlihat seperti pekerjaan sederhana. Tapi bagi Mas Hariyadi, dari situlah ia mendapatkan uang untuk makan dan memenuhi kebutuhan sehari-hari.

Tidak selalu ada pembeli. Tidak selalu ada penghasilan yang bisa dibawa pulang. Namun, keesokan harinya Mas Hariyadi tetap kembali berkeliling, membawa layangan yang sama dan harapan yang sama: semoga hari ini ada yang membeli.
Sebab, Mas Hariyadi tidak ingin hanya menunggu belas kasihan. Dengan segala keterbatasan yang dimilikinya, ia memilih untuk tetap bekerja dan berusaha memenuhi kebutuhannya sendiri.
Bukan pekerjaan yang mudah. Penghasilannya pun tidak pasti. Namun, bagi Mas Hariyadi, bekerja adalah caranya untuk tetap berdiri dengan kemampuan yang ia punya. Ia tidak ingin menyerah pada keadaan. Ia hanya ingin menjalani hidup seperti orang lain, dengan berusaha memenuhi kebutuhannya sendiri.
Bayangkan, di usia 29 tahun, ketika banyak orang seusianya sedang mengejar mimpi, membangun karier, atau mulai memikirkan keluarga, Mas Hariyadi masih berjuang memastikan satu hal sederhana: bagaimana agar hari ini bisa makan.

Tidak banyak yang ia inginkan. Mas Hariyadi hanya ingin bisa makan hari ini, lalu kembali berjualan esok hari.
Dan mungkin, yang paling berat dari semua perjuangan itu bukan hanya keterbatasan fisik yang ia miliki, tetapi harus menjalaninya seorang diri.
#SahabatPeduli, Mas Hariyadi mungkin tidak meminta banyak. Ia hanya ingin tetap bisa memenuhi kebutuhan hidup dengan hasil dari usahanya sendiri.
Maukah kita menjadi bagian dari perjuangannya? Mari salurkan niat baikmu untuk membantu Mas Hariyadi melalui:
1. Klik tombol “DONASI SEKARANG”
2. Masukkan nominal donasi
3. Pilih metode pembayaran GO-PAY, Jenius Pay, LinkAja, DANA, Mandiri Virtual Account, BCA Virtual Account, atau transfer Bank (transfer bank BNI, Mandiri, BCA, BRI, BNI Syariah, atau kartu kredit) dan transfer ke no. rekening yang tertera.
Tidak hanya berdonasi, teman-teman juga bisa membantu dengan cara menyebarkan halaman galang dana ini ke orang-orang terdekat agar semakin banyak orang yang ikut membantu.