
Setiap hari di bulan Ramadan, para pengemudi ojek online tetap berangkat dengan satu tujuan sederhana: membawa pulang rezeki untuk keluarga.
Saat sebagian dari kita menunggu waktu berbuka, mereka justru masih melawan panas, hujan, dan macetnya jalanan. Karena bagi mereka, berhenti sebentar saja bisa berarti hilangnya penghasilan hari itu.

Di balik jaket dan helm yang mereka kenakan, ada cerita pengorbanan yang jarang terdengar. Ada yang tetap menarik order meski tubuhnya sakit, sebab biaya berobat anaknya tak bisa menunggu. Ada yang memaksakan diri bekerja hingga malam, demi ongkos rumah sakit, obat, dan kebutuhan hidup. Ramadan tak mengurangi perjuangan mereka justru sering kali menambah ujian kesabaran.

Tak jarang, saat adzan maghrib berkumandang, para ojol masih berada di jalan. Motor terus melaju, ponsel terus dipantau, sementara perut menahan lapar. Order belum juga masuk. Kadang mereka pulang tanpa membawa apa-apa. Kadang berbuka hanya dengan air putih atau gorengan seadanya. Bukan karena tak ingin makan layak, tapi karena hari itu rezeki belum berpihak.
Ramadan seharusnya menjadi waktu untuk pulang lebih cepat, duduk bersama keluarga, dan berbuka dengan tenang. Namun bagi para ojol, setiap hari tetap tentang bertahan dan berharap. Berharap satu order lagi, satu rezeki lagi, sebelum malam datang.

Di bulan penuh berkah ini, kami mengajakmu berbagi kebaikan. Melalui program buka puasa gratis, kita bisa menghadirkan satu momen istirahat bagi para pejuang nafkah di jalan. Satu porsi makanan mungkin terlihat sederhana, tapi bisa menjadi penguat bagi mereka yang seharian berjuang tanpa kepastian.
Yuk, sisihkan sebagian rezekimu untuk menemani mereka berbuka. Karena bagi sebagian orang, makan tepat waktu adalah hal sederhana namun bagi para ojol, itu adalah kemewahan.
![]()
Belum ada Fundraiser
![]()
Menanti doa-doa orang baik