
Mereka tetap datang setiap hari ke madrasah atau TPQ, membawa kitab lusuh dan semangat yang tak kalah besar. Ayat-ayat suci tetap mereka baca, meski ruang kelas sempit, papan tulis usang, dan tanpa meja kursi.


Seperti yang terjadi di Madrasah Al-Khoiriyah, Desa Sukanagara, Garut. Sejak berdiri, fasilitas belajar di sini nyaris tak pernah diperbarui. Papan tulisnya hanyalah papan kayu bekas yang mulai berlubang, dan dalam satu kelas luas hanya ada satu meja serta kursi untuk guru. Para santri belajar sambil lesehan di lantai, tanpa alas, menahan dingin dan pegal.


Di Desa Rongga, Bandung Barat, ada pula TPQ Ta’limul Wallad, yang berdiri di ruang tamu rumah sang ustadz. Tidak ada rak buku, meja guru, kursi, atau ruang yang cukup. Semua belajar di lantai, kitab-kitab ditumpuk di pojok ruangan.
Hampir semua lembaga pendidikan agama di pelosok ini tidak memungut biaya. Mereka tahu, mayoritas orang tua santri adalah buruh tani atau pekerja harian dengan penghasilan minim. Bahkan untuk memberi apresiasi kepada guru pun seringkali sulit, apalagi membeli fasilitas baru.
Namun semangat mereka tetap menyala. Mereka bertahan bukan karena mampu, tetapi karena tekad untuk melahirkan generasi cinta Al-Quran.

#Sahabatpeduli, mari kita hadirkan fasilitas belajar yang layak bagi para santri di pelosok. Satu papan tulis baru, satu meja kursi, atau rak buku sederhana bisa menjadi bekal berharga untuk perjalanan mereka menghafal dan mengamalkan Al-Quran.
Yuk, salurkan niat baikmu dengan cara :
1. Klik tombol “DONASI SEKARANG”
2. Masukkan nominal donasi
3. Pilih metode pembayaran GO-PAY, Jenius Pay, LinkAja, DANA, Mandiri Virtual Account, BCA Virtual Account, atau transfer Bank (transfer bank BNI, Mandiri, BCA, BRI, BNI Syariah, atau kartu kredit) dan transfer ke no. rekening yang tertera.
Tidak hanya berdonasi, teman-teman juga bisa membantu dengan cara menyebarkan halaman galang dana ini ke orang-orang terdekat agar semakin banyak orang yang ikut membantu.
