

“Yang bisa kami lakukan sekarang hanya berdoa dan berusaha, Pak... semoga Yusuf bisa bertahan dan ada jalan untuk lanjut berobat,” ucap Bu Saniah sambil menahan air mata.
Tidak ada orang tua yang siap melihat anaknya sakit, apalagi sejak bayi. Tapi inilah kenyataan yang dihadapi pasangan Pak Dikdik (33 tahun) dan Bu Saniah (31 tahun). Putra pertama mereka, Nur Yusuf, sudah 10 tahun hanya bisa terbaring karena mengidap hidrosefalus, penumpukan cairan di kepala yang membuat tubuh Yusuf lemah tak berdaya.

Kondisi Yusuf mulai terlihat sejak masih bayi. Ia mengalami demam tinggi dan sulit buang air kecil maupun besar. Awalnya dibawa ke puskesmas, lalu dirujuk ke salah satu RSUD. Di sanalah dokter menyampaikan bahwa Yusuf menunjukkan gejala hidrosefalus dan butuh pemeriksaan lebih lanjut ke rumah sakit besar di Bandung.
Setelah dilakukan CT scan di RSHS Bandung, ditemukan cairan di kepala Yusuf. Sayangnya, karena usianya masih terlalu kecil, tindakan operasi harus ditunda sampai ia berusia lebih dari 1 tahun.

Waktu terus berjalan, tapi kondisi Yusuf semakin menurun. Ia bahkan sempat tidak sadarkan diri selama seminggu. Biaya pengobatan ditanggung sendiri oleh orang tuanya, karena BPJS saat itu belum aktif. Dan karena keterbatasan finansial, pengobatan di rumah sakit pun akhirnya dihentikan.
Sejak itu, Yusuf hanya mengandalkan obat-obatan ringan yang direkomendasikan dokter. Setiap bulan, biaya obat bisa mencapai Rp200.000–Rp300.000. Dengan penghasilan ayahnya yang bekerja sebagai teknisi kabel internet, tentu ini bukan jumlah yang kecil. Apalagi kebutuhan sehari-hari mereka juga harus dipenuhi, termasuk kebutuhan adik Yusuf yang baru berusia 1 tahun.

Kondisi Yusuf juga sangat sensitif. Ia hanya merasa tenang jika ada ayah atau ibunya di dekatnya. Setiap hari mereka harus bergantian menjaga Yusuf, Bu Saniah dari pagi hingga sore, lalu dilanjutkan oleh Pak Dikdik setelah pulang kerja sampai malam, sering kali tanpa tidur.
Mereka tinggal di rumah sederhana yang berada di Kp Bangbayang, RT004/009, Desa Mekarsari, Kec. Cibalong, Kab. Garut, yang terbilan jauh dari perkotaan, dan hidup dengan segala keterbatasan.
10 tahun Yusuf bertahan dalam keterbatasan adalah bukti kuatnya kasih sayang dan perjuangan orang tuanya. Tapi mereka tidak bisa sendiri.
Melalui halaman campaign ini, mari bersama-sama bantu Yusuf untuk kembali melanjutkan pengobatan dan mendapatkan perawatan yang lebih layak. Donasi yang kamu berikan akan digunakan untuk:
✅ Biaya pembelian obat Yusuf
✅ Kebutuhan medis lainnya
✅ Nutrisi harian Yusuf
✅ Dukungan biaya transportasi dan kebutuhan keluarga
Tidak harus besar. Sedikit dari kita, sangat berarti bagi Yusuf.
Klik tombol “Donasi Sekarang” dan sebarkan cerita ini ke orang-orang baik lainnya.
Bersama, kita bantu Yusuf kembali tersenyum.