semakinpeduli.com, Lombok Timur – Musibah kebakaran yang terjadi di Pondok Pesantren MA Mu’allimin NW Anjani pada 23 Agustus 2026 meninggalkan dampak bagi puluhan santri. Kebakaran yang diduga terjadi akibat korsleting listrik di salah satu kamar santri tersebut menyebabkan sejumlah barang milik santri, mulai dari pakaian, perlengkapan pribadi hingga alat ibadah, ikut terbakar.
Melihat kondisi tersebut, Rumah Anak Bisa turut memberikan dukungan dengan menyalurkan bantuan alat ibadah kepada para santri pada 7 September 2026. Bantuan disalurkan langsung ke Pondok Pesantren MA Mu’allimin NW Anjani, Kabupaten Lombok Timur, NTB, dengan dukungan relawan Rumah Anak Bisa yang berada di wilayah NTB.
Bantuan yang diberikan berupa kopiah dan sarung. Pemilihan bantuan tersebut disesuaikan dengan kebutuhan para santri yang seluruhnya merupakan laki-laki. Pondok pesantren ini menjadi tempat pendidikan bagi para santri untuk mempersiapkan diri sebagai kader pemimpin dan ulama di masa depan.
Saat ini, terdapat sekitar 60 santri yang menempuh pendidikan di Ponpes MA Mu’allimin NW Anjani. Bantuan alat ibadah ini diharapkan dapat membantu memenuhi kembali kebutuhan para santri yang terdampak kebakaran, sehingga mereka dapat kembali menjalankan ibadah dengan lebih nyaman.
Penyaluran ini menjadi salah satu bentuk kepedulian Rumah Anak Bisa bersama para relawan di NTB untuk membantu meringankan kebutuhan para santri setelah musibah. Semoga bantuan yang diberikan dapat membawa semangat baru bagi para santri untuk kembali belajar, beraktivitas, dan melanjutkan perjuangan mereka dalam menuntut ilmu.