Dari Papua hingga NTT, Rumah Anak Bisa Hadir untuk Saudara Mualaf

Perjalanan menjadi mualaf bukan hanya tentang mengucap dua kalimat syahadat, tapi juga tentang menapaki jalan baru dalam mengenal dan mencintai Allah. Setiap langkah mereka penuh makna, dan Rumah Anak Bisa ingin menjadi bagian kecil dari perjalanan indah itu.

Pada 26 Oktober 2025, Rumah Anak Bisa menyalurkan bantuan alat salat kepada 10 mualaf di dua daerah berbeda: 6 mualaf di Kampung Intai Melyan, Distrik Skanto, Kabupaten Keerom, Papua, dan 4 mualaf di Dusun Tanjung, Kabupaten Ende, Nusa Tenggara Timur.

Bantuan berupa 7 mukena dan 3 sarung ini menjadi bentuk perhatian dan dukungan agar para mualaf dapat melaksanakan ibadah dengan nyaman. Meski sederhana, setiap mukena dan sarung yang diberikan membawa pesan cinta dan kepedulian dari saudara seiman di seluruh Indonesia.

Dengan dukungan dari para donatur, Rumah Anak Bisa terus berkomitmen untuk hadir di tengah saudara-saudara baru kita, menebar kasih, menguatkan iman, dan menumbuhkan harapan di setiap sudut negeri.

Rumah Anak Bisa Hadirkan Istirahat Nyaman bagi 46 Santri di Lombok Utara

semakinpeduli.com – Di balik semangat para santri menghafal ayat demi ayat suci Al-Qur’an, tersimpan kisah sederhana tentang perjuangan dan kesabaran. Banyak di antara mereka yang tidur beralaskan tikar tipis, namun tetap tersenyum setiap pagi untuk kembali belajar.

Pada 19 Oktober 2025, Rumah Anak Bisa hadir membawa sedikit kehangatan untuk mereka. Melalui program bantuan perlengkapan santri, tim menyalurkan 6 alas tidur kepada 46 santri di Pondok Pesantren Haamilul Quran, Kabupaten Lombok Utara, Nusa Tenggara Barat.

Bantuan sederhana ini menjadi bentuk kasih dan perhatian agar para santri dapat beristirahat dengan lebih nyaman setelah seharian menimba ilmu dan menghafal ayat-ayat Allah. Meski tidak besar, setiap alas tidur ini membawa pesan: bahwa mereka tidak sendiri, ada banyak hati yang peduli.

Kegiatan ini terselenggara berkat dukungan para donatur yang senantiasa membersamai langkah Rumah Anak Bisa dalam menebarkan kebaikan. Semoga setiap bantuan yang diberikan menjadi bagian dari keberkahan yang tak putus, sebagaimana pahala ilmu yang terus mengalir dari para santri penghafal Quran.

Bersama #Sahabatpeduli, Rumah Anak Bisa Ringankan Lagkah Satri Lewat Bantuan Pangan

semakinpeduli.com – Bagi para santri, hari-hari di pesantren bukan hanya tentang menimba ilmu, tapi juga belajar hidup sederhana dan saling berbagi. Pada 12 Oktober 2025, Rumah Anak Bisa turut hadir menemani langkah mereka dengan menyalurkan bantuan pangan ke dua daerah berbeda di ujung Nusantara, Pondok Pesantren Darul Huda di Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, dan Yayasan Cinta Dakwah Qur’an di Kota Bitung, Sulawesi Utara.

Melalui program ini, sebanyak 88 santri menerima paket sembako berisi beras, telur, dan minyak. Bantuan sederhana yang diharapkan dapat menambah semangat mereka dalam menuntut ilmu dan beribadah setiap hari.

Bagi Rumah Anak Bisa, setiap butir beras dan tetes minyak yang tersalurkan bukan sekadar bantuan materi, melainkan wujud kasih dan perhatian untuk para pejuang ilmu agama di pelosok negeri.

Kebaikan ini tak akan terwujud tanpa peran para donatur yang telah mempercayakan sebagian rezekinya untuk berbagi. Bersama, kita terus menyalakan harapan dan menumbuhkan generasi Qur’ani yang berdaya, berilmu, dan berakhlak mulia.

Rumah Anak Bisa Salurkan 72 Paket Al-Qur’an dan Iqro untuk Santri di NTB dan Jambi

semakinpeduli.com – Pada Jumat, 3 Oktober 2025, Rumah Anak Bisa kembali menebarkan semangat belajar Al-Qur’an kepada para santri di berbagai daerah.

Kali ini, bantuan berupa 35 mushaf Al-Qur’an dan 37 buku Iqro disalurkan ke dua lembaga pendidikan Al-Qur’an, yakni TPQ Al-Jawahir di Kabupaten Lombok Timur, Nusa Tenggara Barat, serta TPQ Masjid Syattariyah di Kota Sungai Penuh, Jambi.

Sebanyak 72 santri menjadi penerima manfaat dari program ini. Mereka adalah anak-anak yang setiap hari belajar membaca dan menghafal Al-Qur’an, namun sebagian besar masih kekurangan sarana belajar yang layak. Bantuan ini diharapkan dapat menunjang kegiatan belajar mereka dan menumbuhkan kecintaan terhadap Al-Qur’an sejak dini.

Kegiatan ini merupakan bagian dari komitmen Rumah Anak Bisa untuk mendukung pendidikan agama di pelosok negeri. “Kami ingin setiap anak di mana pun mereka berada memiliki kesempatan yang sama untuk belajar Al-Qur’an dengan layak,” ujar Nanda, Tim Progam Rumah Anak Bisa.

Dengan adanya dukungan dari para donatur, Rumah Anak Bisa terus berupaya menyalurkan kebaikan ke lebih banyak daerah. Harapannya, program berbagi Al-Qur’an ini menjadi langkah kecil yang memberi dampak besar bagi tumbuhnya generasi Qur’ani di Indonesia.